Rabu, 10 Maret 2010

tugas PENGORGANISASIAN

PENGORGANISASIAN
I. Pengertian Pengorganisasian
pengorganisasian adalah suatu sistem yang menghubungkan sumber-sumber daya sehingga memungkinkan pencapaian tujuan atau sasaran tertentu. Organisasi merupakan perangkat sosial dan teknologis yang terdiri dari factor-faktor manusia dan fisik. Dengan bantuan dari penerapan teknologis, manusia melaksanakan fungsi atau tugas yang menuntun kepada tercapainya sasaran yang ditentukan secara rasional. Organisasi adalah unit pemrosesan yang mengubah masukan (input) tertentu dari lingkungan menjadi keluaran (output) tertentu yang diinginkan masyarakat : misalnya, rumah sakit mengubah pasien yang sakit menjadi orang yang sehat, dan perusahaan manufaktur mengubah bahan mentah menjadi produk yang dapat digunakan.
Rancangan organisasi adalah titik awal bagi pencarian tenaga kerja (procurement). Sebagai bagian dari proses perancangan ini, akan disusun unit-unit tanggung jawab khusus,yang umunya disebut sebagai “pekerjaan”. Pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan ini akan mengakibatkan tercapainya sasaran organisasi secara keseluruhan.

II. Teori-Teori Pengorganisasian
Fungsi pengorganisasian pada dasarnya adalah suatu proses pemaduan dan pemanfaatan komponen-komponen penting ini secara bersama sehingga komponen-komponen ini dapat diarahkan kepada sasaran perusahaan. Jadi, definisi teknis dari proses formal pengorganisasian adalah proses penyusunan hubungan (tanggung jawab, wewenang, dan tanggung gugat) diantara komponen-komponen penting (personalia, fungsi dan faktor-faktor fisik) dengan maksud untuk memanfaatkan (lini, staff, struktur proyek) dan mengarahkan kepada sasaran organisasi.

Sasaran – sasaran Organisasi
1. Sasaran Primer
A. Menciptakan dan mendistribusikan suatu produk atau jasa.
B. Memuaskan sasaran perorangan anggota-anggota organisasi, seperti :
- Keuntungan bagi para pemilik
- Gaji dan imbalan lain bagi para eksekutif
- Upah dan imbalan bagi para karyawan
- Kepuasan jiwa bagi semua, termasuk :
a. Kebanggaan dalam bekerja
b. Rasa aman
c. Penghargaan
d. Rasa diterima
C. Memenuhi kewajiban-kewajiban masyarakat dan sosial, seperti :
- Perlindungan dan peningkatan sumber daya manusia dalam masyarakat
- Perlindungan dan peningkatan sumber daya fisik dalam masyarakat.
2. Sasaran sekunder
A. Kehematan operasi dalam memenuhi sasaran primer
B. Keefektifan operasi dalam memenuhi sasaran primer

Suatu studi yang cermat atas bagan diatas akan mengungkapkan banyak hal yang berhubungan dengan hakikat dari sasaran organisasi. Penyelesaian yang layak terhadap semua itu merupakan persyaratan bagi keberhasilan manajerial, suatu kenyataan yang seharusnya menimbulkan rasa salut kepada kesulitan tugas manajerial.
Sasaran produk atau jasa (product or service objectives). Setiap organisasi bisnis harus menciptakan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa sebagai satu dari tujuan dasarnya.
Sasaran perorangan (personal objectives) suatu organisasi terdiri atas dua orang atau lebih. Orang-orang ini mempunyai sasaran perorangan yang bermacam-macam dan sering kali berlawanan, yang harus dipuaskan secara layak atau orang-orang itu akan menarik diri dari organisasi. Penarikan diri semacam itu dapat mengakibatkan kehancuran perusahaan dan kegagalan untuk mencapai sasaran produk atau jasa.

Fungsi-fungsi
Sasaran tidak menyelesaikan dirinya sendiri. Kerja harus dilakukan manusia dan mesin agar supaya sasaran-sasaran itu dapat dicapai. Kata “fungsi” secara sederhana dapat didefinisikan sebagai kerja yang dapat dibedakan dari kerja lain. Dalam perusahaan-perusahaan manufaktur, tiga fungsi dianggap primer atau organisasi fungsi-fungsi itu adalah penjualan, produksi, dan keuangan.fungsi-fungsi ini secara langsung menyumbang kepada pencapaian sasaran dasar perusahaan, yaitu sasaran produk atau jasa. Karena bersifat primer, fungsi-fungsi itu pada umumnya disebut sebagai fungsi-fungsi “lini”.
Dalam perusahaan pribadi, semua fungsi berada ditangan satu orang. Orang ini memproduksi, menjual, dan membiayai produk itu. Bila perusahaan itu meningkat/berkembang, terjadilah proses pembedaan (diferensiasi) fungsi. Pada pokoknya ini adalah pemisahan fungsi-fungsi tertentu dari pelaksana aslinya dan menugaskan kepada orang lain yang ditambahkan pada perusahaan itu. Pembedaan fungsi terjadi dalam dua jurusan – kebawah dan keluar. Hasil dari kedua dua jurus pertumbuhan itu adalah sama, yaitu spesialiasasi yang lebih fungsional.

Hubungan
Proses perorganisasian adalah proses menghubungkan bagian-bagian organisasi satu sama lain dan mengkaitkannya dengan sasaran organisasi. Pengetahuan atas bagian-bagian ini – fungsi-fungsi, personalia, dan faktor-faktor fisik - adalah persyaratan untuk mengerti hubungan yang seharusnya ada diantara mereka. Sifat-sifat personalia dan faktor-faktor fisik yang diberikan pada fungsi-fungsi yang didiferensiasikan.
Hubungan formal adalah hubungan yang disusun secara resmi dan dirumuskan dalam pedoman kerja (manual) organisasi, bagan-bagan, dan uraian pekerjaan. Tiga hubungan dasar dari kategori ini adalah tanggung jawab, wewenang, dan tanggung gugat. Hubungan informal adalah hubungan yang timbul dari hubungan formal dan disusun secara tidak resmi oleh orang-orang tertentu yang ditempatkan. Hubungan ini mencakup hubungan-hubungan seperti kekuasaan, status, dan politik.
Tanggung jawab adalah kewajiban seseorang untuk melaksanakan fungsi-fungsi yang ditugaskan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan pengarahan yang diterima. Secara logis hal itu adalah hubungan pertama yang harus disusun dan didasarkan atas analisis fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran organisasi.
Wewenang (authority) adalah hak untuk memutuskan apa yang harus dilakukan dan hak untuk melakukannya atau mengharuskan orang lain untuk melakukannya. Sumber dari wewenang formal adalah dari atas melalui pendelegasian. Seseorang menerima hak-hak organisasional secara resmi mengangkat, memecat, mengeluarkan uang sebagainya dari atasannya, dan akhirnya dari para pemilik organisasi dan masyarakat dalam arti luas.
Tanggung gugat adalah keharusan untuk mempu mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas. Ini adalah sisi lawan dari tanggung jawab, dalam arti bahwa tanggung jawab didelegasikan kebawah sementara seseorang bertanggung gugat keatas kepada beberapa orang atasan untuk pelaksanaan yang tepat. Hubungan formal dari tanggung gugat adalah prinsip tanggung gugat tunggal. Asas ini menyatakan bahwa hubungan yang paling diinginkan adalah bahwa setiap orang bertanggung gugat hanya kepada seorang atasan.

Struktur Organisasi
Hasil langsung dari proses organisasi adalah penciptaan struktur organisasi. Struktur ini adalah kerangka dasar dari hubungan formal yang telah disusun. Maksud dari struktur ini adalah untuk membantu dalam mengatur dan mengarahkan usaha-usaha yang dilakukan dalam organisasi sehingga dengan demikian usaha-usaha itu terkoordinir dan konsisten dengan sasaran organisasi.
Jenis-jenis struktur organisasi :
- Struktur organisasi lini
- Struktur organisasi lini dan staff
- Struktur organisasi fungsional
- Struktur proyek


NAMA : TOMY FREDYAN
NPM : 30405718

Tidak ada komentar:

Posting Komentar